Di Bagian Akhir
Hujan turun dan menari-nari di muka jendela kamarku. Ia sepertinya sangat gembira bisa jatuh dari langit perlahan-lahan, tanpa menunjukan emosinya sama sekali. Sembari menunggu kantuk memanggil, aku membaca Heaven karya Mieko Kawakami. Buku yang menyakitkan dan ditulis dengan cerdas. Di dalam pelukan udara dingin sekaligus bikin aku nyaman, ku buka lembar demi lembar sembari berharap agar bisa segera menyelesaikannya. Aku tiba di bagian akhir dan menemukan kalimat, "... Apa yang akan tinggal akan tinggal, apapun yang terjadi. Sebaliknya, apa yang tak akan tinggal tak akan tinggal, apa pun yang kita lakukan." -halaman 226 Aku membacanya berulang-ulang tanpa kusadari. Aku betul-betul membacanya berulang-ulang hingga sesuatu dalam tubuhku terasa nyeri. Menyesakan. Kemudian, mataku dipenuhi bulir air yang tak tertahankan lagi. Setelah setahun lebih hampir berlalu, dan aku tetap mengingatnya. "Apa benar itu memang bukan untukku? Atau aku yang kurang berupaya sehingga tidak b...