Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2023

Bagaimana Jika

Matahari menyapaku dari timur ketika keringat menari-menari di atas tubuhku. Cahaya yang menyilaukan mata sekaligus menerangi hati yang hampa. Jalanan macet sebab semua orang jenuh. Ketika menunggu antrian untuk keluar dari jalur kendaraan yang padat, sesuatu mengetuk isi kepalaku. "Kalau muak sama kerjaan, ya, resign aja!"   Kalimat yang akan keluar dari mulut sebagian teman-teman yang kita percaya sebagai tempat berkeluh kesah. Sebuah jawaban tidak menimbang rasa empatik kepada dirimu yang tengah terluka namun berusaha bertahan. Sakit ya rasanya ketika seseorang tidak memahami kita dengan baik? Sehari-hari sangat melelahkan hingga tidak ada lagi keinginan untuk berpikir jauh ke depan. Rasanya seperti terjebak, terkurung, tersisihkan, terbawa arus, dan terluka di waktu yang bersamaan. Sepanjang waktu berpikir ingin menyerah dan keluar dari pekerjaan yang lebih sering menyakiti hati ketimbang mendorong hidup kita ke depan. Peraturan yang terus mengikat kencang leher kita. Rek...

4 Hari Lebaran

Menurut tradisi, lebaran adalah momentum silaturahmi dengan sebanyak-banyaknya orang yang hadir di dalam hidup kita. Mungkin itu benar adanya atau mungkin juga tidak. Aku tidak lagi berpikir bahwa lebaran adalah hal yang menyenangkan. Itu membuatku merasa semakin kesepian dan terbebani oleh deretan ekspetasi yang datang sekaligus dari berbagai macam orang. Meski begitu, aku tetap berpikir bahwa mungkin harus ada sesuatu yang kita jalani meski itu tidak lagi menyenangkan. Kamu tidak bisa begitu saja pergi hanya karena kamu tidak menyukainya. Kamu juga tidak bisa begitu saja lupa, hanya karena kamu tidak mau terlibat di dalamnya.  Dalam hatiku saat itu, "ketimbang kubuang energiku untuk marah, sebaiknya kupakai untuk menerima hidup sebagaimana adanya. Kalaupun harus melawan, bisa kulakukan nanti." Angin panas berlarian sejak jumat pagi di atap rumahku. Itu adalah hari puasa terakhir di bulan ramadan. Suara takbir menari-nari diantara ruang duduk kami. Sembari berdzikir dalam ha...

Hening

Gambar
sumber Sudah lebih dari 5 kali lebaran, aku ikut arus mudik setiap hendak pergi dan pulang bekerja. Dari rumahku ke tempat kerja berjarak 30 km. Tidak bisa dibilang jauh, juga tidak bisa dibilang dekat. Ini yang bikin aku dilema setiap kali berencana untuk sewa kamar kost agar aku tidak terlalu lelah. Tapi, akhirnya sudah 5 tahun lebih aku bolak - balik dari rumah ke tempat kerja.  Di sore hari yang lembap, matahari bersembunyi di balik awan hitam. Aku berada di tengah arus mudik yang padat dan sesak. Tapi, aku menikmatinya. Aku baru saja menyadari bahwa aku suka memperhatikan orang lain dan terlarut dalam perasaan yang mereka punya. Sesekali aku melirik wajah orang di sampingku, atau curi pandang pada pengendara mobil lain yang tampak gusar melihat semua ini.  Ada sopir truk yang memandang jauh ke depan tanpa tahu apa yang dilihatnya. Ada sopir minibus yang membuka kaca jendela dan menghisap rokoknya. Ada juga seorang anak yang menopang wajahnya di pintu mobil dengan bosan. A...