Bagaimana Jika
Matahari menyapaku dari timur ketika keringat menari-menari di atas tubuhku. Cahaya yang menyilaukan mata sekaligus menerangi hati yang hampa. Jalanan macet sebab semua orang jenuh. Ketika menunggu antrian untuk keluar dari jalur kendaraan yang padat, sesuatu mengetuk isi kepalaku. "Kalau muak sama kerjaan, ya, resign aja!" Kalimat yang akan keluar dari mulut sebagian teman-teman yang kita percaya sebagai tempat berkeluh kesah. Sebuah jawaban tidak menimbang rasa empatik kepada dirimu yang tengah terluka namun berusaha bertahan. Sakit ya rasanya ketika seseorang tidak memahami kita dengan baik? Sehari-hari sangat melelahkan hingga tidak ada lagi keinginan untuk berpikir jauh ke depan. Rasanya seperti terjebak, terkurung, tersisihkan, terbawa arus, dan terluka di waktu yang bersamaan. Sepanjang waktu berpikir ingin menyerah dan keluar dari pekerjaan yang lebih sering menyakiti hati ketimbang mendorong hidup kita ke depan. Peraturan yang terus mengikat kencang leher kita. Rek...