Tidak Ada Judulnya (tapi harus ditulis)

Kalau saya boleh meraba-raba apa yang sedang dirasakan Keenan ketika tahu bahwa Raisa bertunangan dengan Hamish adalah 'itu bukan masalah' baginya. Tapi ternyata banyak meme yang menggambarkan bahwa 'betapa menyedihkannya' itu untuk Keenan. Maksudku begini, aku tidak sedang membicarakan soal mereka bertiga. Itu hanya contoh dari cerminan kita semua bahwa rasanya orang-orang menikmati untuk mengendalikan 'harus seperti' apa sebaiknya seseorang itu bersikap kemudian.

Aku tahu kamu bingung membaca kalimatku. Aku memang perempuan yang rumit. Aku hanya sedang memikirkan hidup ini. Kegiatanku sangat banyak tapi aku lebih suka memikirkan 'hidup' seperti apa yang sedang kita jalani. Soalnya Socrates pernah bilang, "hidup yang tidak pernah dipertanyakan, sesungguhnya adalah hidup yang tak pernah layak untuk diteruskan." Jadi daripada hidupku digolongkan menjadi tidak layak lebih baik aku memikirkannya dan memiliki banyak pertanyaan. Rasanya terlalu banyak hal yang tidak kita suka sehingga kita terlalu banyak mempersoalkan dan cenderung bertengkar dibandingkan mencari solusinya. Kita lupa bahwa hal-hal besar sering datang dari sesuatu yang kecil. Banyak memupuk kebaikan itu mungkin baik dan kita juga akan merasa bosan. Terlalu banyak memupuk kejahatan itu cenderung tidak disarankan dan kita akan merasa bosan juga.

Maksudku, aku menjadi pendiam beberapa hari ini. Aku memikirkan jalan keluar untuk keputusan hidupku. Tapi, orang-orang selalu membuatku pusing. Mereka hidup di sekelilingku dan membuat masalah. Aku tidak mengerti. Tetapi sebelum aku menuliskan ini, aku sudah memutuskan untuk tidak mempersoalkan sikap orang yang buruk. Terserahlah mereka mau seperti apa. Itu bukan urusanku. Jika mereka memikirkan hal-hal yang buruk, aku tidak peduli. Toh, mereka yang akan susah sendiri. 

Ledakan bom yang terjadi dalam waktu berdekatan di 3 Negara yang berbeda adalah hal yang paling memalukan yang pernah aku dengar. Mereka kompak sekali melakukan pembunuhan. Atau mereka iseng sekali merakit bom lalu meledakannya. Kemudian pesta Gay yang dibubarkan beberapa waktu lalu, itu juga memalukan, negara seperti tidak punya urusan yang lebih penting ketimbang membubarkan orang yang sedang bersenang-senang. Aku tidak peduli meskipun dunia ini dipenuhi oleh para Gay, biarlah itu urusan mereka. Mereka lebih mencintai sesama, itu bagus, daripada dipaksa untuk mencintai lawan jenis yang kemudian tidak harmonis, lalu melahirkan anak-anak yang kemudian akan divonis sebagai anak yang nakal dan tidak beruntung.

Maksudku, kita harus lebih cermat dalam menilai sesuatu hal. Kata Penjaga Mimpi yang aku temui di Buku Adam Hawa, kalau salah satu cara manusia diciptakan itu adalah ketika Tuhan tertawa karena merasa geli lantaran Adam memilih keluar dari pikiran Tuhan melalui ketiak. Tidak perlulah menyimpulkan hal-hal sulit terlalu dini. Lalu merasa menjadi raja atas penyataanmu sendiri. Kamu tidak tahukan kalau pendapatmu itu ternyata tidak benar? Ah! Aku lupa bahwa di dunia politik -yang cenderung mendominasi hidup kita- tidak ada benar dan salah, yang ada hanya realistis atau tidak. Itu kata Mas Irwan Bajang yang aku baca di akun instagramnya.

Menyedihkan ya menjadi kita yang merasa bahwa hidup ini terlalu melelahkan dibandingkan apapun, karena katanya kita diciptakan dengan sangat sempurna, tapi nyatanya bodohnya minta ampun. Terlalu banyak berperang dengan diri sendiri sehingga menghabiskan waktu yang seharusnya dipakai untuk meraih mimpi. Terlalu banyak berperang dengan bangsa sendiri sehingga lupa untuk mencari tahu di mana lokasi baru yang layak huni. Kamu tahu bahwa kita tidak bisa hidup hanya di satu tempat selamanya. Karena manusia itu serakah. Gandhi pernah bilang, "bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan kita semua, namun tidak cukup untuk memenuhi segelintir kecil manusia yang serakah." Gandhi memang selalu bijaksana dan kalimatnya terlalu sering dikutip. Gandhi benar, manusia serakah dan kita tidak boleh lagi serakah. Tapi, kemudian itu tidak mempengaruhi manusia dalam waktu yang lama. Gandhi tidak tahu jika manusia itu rumit dan tidak bisa diatur. Jadi lebih baik kita cari tempat baru yang lebih luas. Daripada saling membunuh.

Tapi jika itu terjadi, maksudku jika sebagian dari manusia itu harus dipindahkan, aku mungkin tidak akan rela berpisah dengan keluargaku bahkan sahabat-sahabatku, karena aku mencintai mereka meskipun mereka sangat menyebalkan. Tetapi mau bagaimana lagi, terkadang kita harus melihat semuanya adalah manusia yang akan terus bertambah banyak dan serakah. Kita tidak bisa menilai seseorang, meskipun dia sangat dekat dengan hidup kita, begitu saja. Karena begini, kita memang berbeda. Sudah begitu saja. Lebih baik adalah tidak mencurigai seseorang menurut pikiranmu melulu karena itu adalah akar dari kejahatan pikiran, sehingga berbuah pada pertengkaran yang tiada habis-habisnya. Kita tidak bisa memperbaiki gelas yang pecah tetapi bisa membuat yang baru dan menyingkirkan yang lama. Artinya kita tidak bisa dimaapkan atas kesalahan sekecil apapun kepada orang lain tetapi kita bisa memulainya lagi dengan mengubah sikap menjadi orang yang berguna. Aku tidak menyebut aku atau seseorang, tetapi aku mengatakan 'kita' karena kita semua bertanggung jawab. Jadi, sebenarnya hidup seperti apa yang sedang kita jalani? Lalu kita harus bagaimana? 




Bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan kita semua, namun tidak cukup untuk memenuhi keinginan segelintirkecil manusia yang serakah,” kata Mahatma Gandhi.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ernasu/satu-dunia-tak-akan-pernah-cukup_5508f00aa33311ad442e39b6
Bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan kita semua, namun tidak cukup untuk memenuhi keinginan segelintirkecil manusia yang serakah,” kata Mahatma Gandhi.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ernasu/satu-dunia-tak-akan-pernah-cukup_5508f00aa33311ad442e39b6
Bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan kita semua, namun tidak cukup untuk memenuhi keinginan segelintirkecil manusia yang serakah,” kata Mahatma Gandhi

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ernasu/satu-dunia-tak-akan-pernah-cukup_5508f00aa33311ad442e39b6
Bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan kita semua, namun tidak cukup untuk memenuhi keinginan segelintirkecil manusia yang serakah,” kata Mahatma Gandhi

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ernasu/satu-dunia-tak-akan-pernah-cukup_5508f00aa33311ad442e39b6

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Perempuan Dewasa

Selamat Ulang Tahun

Hidup dan Yang Membuatnya Hidup