Menjaga Diri Agar Tetap Waras
Kamu tahu bahwa beberapa bulan belakangan ini, dunia sangat kacau. Maksudku orang-orang sangat kacau pikirannya sehingga yang lainnya, terutama aku, merasa bosan dan khawatir apa yang akan terjadi selanjutnya. Kemudian, aku menjadi bosan karena persoalan-persoalan itu tidak kunjung menemui jalan keluarnya. Aku bahkan tidak menemui banyak inspirasi lagi, segala sesuatunya menjadi membosankan, benar-benar membosankan.
Kamu tahu bahwa semua orang bisa memiliki cara sendiri untuk memiliki hidup. Dan caraku adalah membaca buku, itu tidak pernah membosankan untukku karena di sana aku berfantasi. Aku bisa menilik berbagai macam jenis pemikiran dan kisah yang berbeda. Selalu dengan rutinitas yang sama perlahan akan membunuh kita dengan cara yang menyedihkan. Menonton film juga merupakan kegemaranku. Di usiaku yang terbilang masih muda, aku bersemangat sekali untuk mengetahui banyak hal. Apa saja asalkan itu baik untukku.
Kita tahu bahwa sejak kecil hingga dewasa, kita sudah melakukan banyak hal, memiliki kegemaran yang macam-macam, tetapi nantinya hanya akan ada satu saja yang kita pilih. Sesuatu kegemaran yang tak akan pernah hilang dari sejak kecil hingga dewasa. Dan ini adalah salah satu kegemaranku empat bulan terakhir. Kamu harus membacanya karena ini adalah cara hidupku sekarang. Aku tidak tahu akan seperti apa bentuknya nanti, tetapi aku ingin kamu membacanya.
Kegiatan itu adalah Aku Kembali ke Sekolah yang digagas oleh Komunitas Semesta Literasi. Dilakukan setiap hari sabtu di sekolah dasar yang berbeda. Pertama kali gagasan ini muncul dibenakku ketika aku sedang KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Rengasdengklok, persisnya di Kutakarya. Dalam pikiranku, kegiatan ini pasti akan menyenangkan, mengunjungi sekolah-sekolah dasar yang ada di Karawang. Setidaknya ini akan menjadi obat untuk membuatku tetap waras. Aku mengajak teman-temanku untuk bergabung dan mereka menyambut uluran tanganku dengan hangat dan kami memulai perjalanan kami untuk melihat dunia yang lain di sekitar.
Minggu ini akan memasuki sekolah yang ke-8 dan aku selalu berharap segala sesuatunya terus berjalan dengan baik. Aku melakukan ini dan itu lalu menghabiskan masa mudaku dengan hal-hal yang kusuka. Hadiah terbesar untuk segala yang kita lakukan adalah tidak adanya penyesalan. Kegiatan Aku Kembali ke Sekolah ini berisikan tentang kembalinya generasi sebelumnya ke sekolah dasar. Teman-teman yang bergabung memberikan ilmu-ilmu baru untuk adik generasinya lebih cepat. Berikut materi-materi yang sudah kami angkut bersama pesawat luar angakasa:
- Mengenal Profesi Kita, alat yang digunakan adalah video pengenalan profesi (tempat bekerja dan tugas) lalu melakukan simulasi macam-macam profesi yang berhasil anak-anak sebutkan. Kamu tahu? Ketika saya meminta mereka untuk menyebutkan jenis profesi yang mereka tahu, itu awalnya hanya 5 dan paling banyak pun 10. Bahkan ada juga anak yang hanya sekadar menyebutkan tanpa tahu seperti apa profesi itu sebenarnya. Inilah kenapa materi Mengenal Profesi Kita dihadirkan di sini.
- Menulis Surat Untuk Presiden, saya terharu ketika anak-anak membacakan surat untuk presiden yang mereka tulis sendiri dari hati dan pikiran mereka. Hal-hal yang kita abaikan ternyata itu menyedot perhatian mereka. Orang-orang dewasa yang berkoar membenci pemimpinnya, ternyata anak-anak begitu menghormati Bapak Presiden RI. Isi suratnya bermacam-macam. Ada yang menceritakan tentang mimpi mereka, menceritakan tentang hal-hal yang terjadi di lingkungan mereka, hingga mencurahkan isi hati mereka. Kamu tahu bahwa menulis adalah salah satu cara untuk mengungkapkan kejujuran dalam diri kita yang kerap kali sulit diucapkan melalui mulut? Kata-kata hanya akan indah jika ditulis. Anak-anak ini kami biarkan untuk mengungkapkan pikiran mereka melalui tulisan dengan harapan suatu saat nanti ada anak yang bisa mempengaruhi dunia melalui tulisannya
- Dongeng, kamu tahu kan bahwa salah satu cara untuk membuat anak cerdas adalah dengan mendongengkan mereka. Saat ini sedikit orang tua yang bersedia mendongengkan anaknya. Kami memboyong materi dongeng dari sekolah satu ke sekolah lainnya dengan berbagai macam cara. Mulai dari menceritakan sebuah kisah yang kemudian pesan moralnya disampaikan kepada anak-anak hingga menyelipkan pengetahuan mengenai berbagai macam hewan, seperti dimana habitatnya, apa makanannya, bagaimana perilaku hewan tersebut dan segala macam.
- Aksi Pungut Sampah, kamu tahu bahwa di setiap dua langkah kakimu, di situ pasti ada sampah yang tidak berada di tempatnya? Ya, karena itulah kami membawa harapan Indonesia bebas sampah bersama dengan road show kami ke sekolah dasar. Kegiatan ini dipimpin oleh Bapak Air Mata Sedunia, ini serius. Kami memberikan penyuluhan tentang bahaya sampah dan jenis-jenis sampah serta dampak yang ditimbulkan jika kita terlalu banyak memproduksi sampah yang kemudian ditutup dengan Aksi Pungut Sampah dilingkungan sekolah mereka dan dibuang pada tempatnya sembari menyuarakan nyanyian Aksi Pungut Sampah.
- Piknik Buku, kebanyakan orang bosan membaca buku. Kebanyakan anak-anak tidak akrab dengan buku yang selain textbook yang sudah disediakan pihak sekolah. Semesta mengumpulkan berbagai macam buku untuk anak, dari mulai ensiklopedia, buku cerita anak, trik sains, dan sebagainya. Lalu kami membagi anak-anak ke dalam kelompok yang masing-masing kelompok memiliki Kakak untuk menemani mereka membaca sembari makan dan minum bersama, dan mengajukan pertanyaan apapun yang mereka ingin tahu. Buku-buku tersebut kami jajarkan seperti sedang buka lapak, lalu mereka boleh memilih ingin membaca buku apa yang mereka suka. Kegiatan piknik buku berlangsung selama kurang lebih satu jam. Ini benar-benar seperti piknik, mereka bebas memilih tempat baca dan membaca dengan cara yang bagaimana. Melalui buku-buku itu yang kami jajarkan sepanjang hari bisa membuat mereka lebih dekat dengan apa yang mereka suka.
- Membuat Kerajinan Tangan, ada beberapa teman relawan Semesta yang pernah membawakan materi yang mengasah kreatifitas anak seperti ini. Dari mulai membuat origami, lalu membuat gantungan kunci dan bros dengan benang rajut dan kain flanel hingga ada juga kegiatan Doodling yang berisikan cita-cita mereka.
- Mengenal Musang. Ini adalah materi kolaborasi Komunitas Semesta dengan Malaka (Komunitas Pecinta Musang Karawang). Kami menghadirkan berbagai jenis musang di sana, lalu mengenalkannya kepada anak-anak. Kamu tahu bahwa anak-anak menyukai ilmu yang bisa mereka lihat dan pelajari langsung? Beginilah cara kami. Membawa perlengkapan sebagai media untuk mengenalkan mereka kepada hal yang banyak di luar sana.
- Observasi Matahari, Mengenal Benda Langit. Kami selalu memberikan hadiah berupa melihat matahari secara langsung bagi anak-anak yang berani bertanya dan menjawab ke depan. Kami menggunakan media kacamata matahari untuk melakukan observasi sembari memberi sedikit penjelasan. Lalu materi mengenal Benda Langit kami menggunakan media kartu 4D+ yang dikeluarkan oleh Octagon. Gambar benda-benda langit yang ada di kartu tersebut akan berubah menjadi benda 4D ketika kita melihatnya melalui aplikasi yang didownload di android. Itu menyenangkan sekali, memperkenalkan kemajuan teknologi dan membuat mereka kagum dengan apa yang ada saat ini.
- Dinding Mimpi, kami membawa semangat dan inspirasi kepada anak-anak. Kami mencoba untuk membuka jendela-jendela mimpi untuk mereka. Kami mencoba untuk mengeksplore hati dan pikiran anak-anak agar lebih lepas, bebas, dan percaya diri. Seluruh relawan dan anak-anak ikut terlarut di dalam suasana ini. Kita melepaskan emosi kita di sini, menyimpan harapan di dinding mimpi dan terus mendoakannya.
Kamu tahu ketika dunia ini dan kita orang-orang dewasa sibuk berperang, ternyata ada mereka, generasi selanjutnya yang sibuk mencari pengharapan untuk masa depan mereka. Anak-anak itu haus perhatian kita, mereka haus akan ilmu-ilmu yang banyak di luar sana, anak-anak itu menginginkan hal yang baik. Kita sibuk berperang dan memerangi sesama, itu kenyataan bahwa manusia seperti kita ini tidak bisa menjaga perasaan mereka (anak-anak), namu kita selalu menuntut masa depan yang baik kepada mereka ketika kita sibuk melempar sampah di jejaring media sosial dan mulut ke mulut.
Bahwa kita selalu menginginkan yang baik tetapi tidak mau bekerjasama untuk mewujudkannya. Dan kamu tahu mengapa kami melakukan hal kecil itu? Karena kami ingin ikut bersama mewujudkan apa yang selalu dimimpikan oleh kebanyakan dari kita. Tidak muluk-muluk kok apalagi berlebihan. Dan kami sembari berlatih menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak kami nanti, eaaaa. Kami tidak ingin melahirkan generasi yang selalu mengumpat dan menyesali hidupnya sendiri nanti. Bekerjasamalah, jangan selalu menyerahkan tanggung jawab kepada pundak orang lain. Ikutlah memikulnya. Kita ini manusia yang memilukan. Saya tidak ingin seperti Ayu Utami yang mencintai Indonesia dengan sedih.
Semua dokumentasi kegiatan AKS (Aku Kembali ke Sekolah) ada di
Instagram: semesta.literasi
Facebook: Semesta Literasi
Website semestaliterasi.com

Komentar
Posting Komentar