Cerita yang Perlu di Baca


“Di seluruh dunia saat ini jutaan anak tengah membuat bahasa masa depan. Beberapa menyimpan semuanya untuk diri sendiri, sementara yang lainnya justru menuliskannya.”1

Sabtu lalu, saya bersama Komunitas Semesta Literasi kembali melepas landaskan mimpi anak-anak SDN Margamulya 4. Sekolah itu terletak di kawasan KIIC (Karawang International Industrial City). Jumlah siswanya sekitar 130 orang dan jumlah ruangan yang ada di sekolah tersebut adalah 4 ruangan. Masing-masing ruangan dibagi dua untuk diisi oleh kelas atau ruangan yang berbeda. Misalnya, ruangan yang terletak di bagian paling ujung dari arah depan yaitu terdapat ruangan guru yang dibagi dua dengan kelas 6. Bagaimana menurutmu? Mungkin ini hal yang sudah banyak kita semua dengar. Maksudku nyatanya keadaan sekolah seperti ini memang banyak. Tetapi yang menarik adalah bahwa sekolah dasar ini terletak di daerah yang, katakanlah, maju. 


 
Kondisi salah satu ruangan

Pagi itu hujan turun tak ada henti-hentinya. Namun kami tetap melanjutkan roadshow di sekolah ke-8 dari rangkaian kegiatan “Aku Kembali ke Sekolah”. Karena sebagian dari kami menggunakan motor untuk menjangkau letak sekolah, akhirnya rangkaian acara itu terpaksa menjadi molor dari rencana rangkaian acara yang sudah disusun sebelumnya. Tetapi entah kenapa kejadian hari itu tidak membuat saya cemas jika nanti acara tidak berlangsung dengan baik. Mungkin ini disebabkan karena saya dan tim Semesta sudah terbiasa dihadapkan dengan berbagai macam situasi. 

Singkat cerita, pada pukul 8.30 pagi saya tiba di SDN Margamulya 4 dan kedinginan. Kamu tahu? Bahwa cuaca hari itu sangat dingin karena curah hujan yang tinggi dan itu berlangsung sampai hari ini ketika aku mulai menulis. Segala sesuatu sudah disiapkan oleh tim acara dan beberapa teman yang hendak mengisi materi yang tiba lebih awal karena mereka mengendarai mobil dan membawa segala kelengkapan kami. Walaupun waktu molor sekitar 1,5 jam dan sebagian tim tidak jadi hadir karena cuaca tetapi kami tetap bersemangat untuk melepas landaskan mimpi mereka.

Dengan keadaan sekolah yang serba terbatas tetapi keceriaan dan semangat mereka tetap menyala. Tidak padam oleh rintikan hujan yang meredupkan segala asa. Walaupun pada hari itu sebagian siswa tidak masuk sekolah karena jarak tempuh yang jauh dari rumahnya tetapi guru-guru tetap bersemangat hadir untuk mendampingi kami dan siswa-siswanya. Margamulya 4 adalah sekolah yang anak-anaknya berani untuk tampil di depan. Mereka sangat antusias mengikuti semua rangkaian kegiatan, dari mulai Mengenali Profesi Kita, lalu English Fun Learning, yang kemudian semakin semarak ketika tim dongeng tampil. Para orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah pn ikut menikmati penampilan dari kami semua.

Hari itu ada juga materi Baca Puisi bersama Teh Lita. Dia merupakan relawan yang memang sangat menyukai puisi sampai saya pernah terpana menikmati penampilannya membacakan pusi. Benar-benar seperti bercerita. Setelah semua rangkaian itu tentu saja ditutup dengan Dinding Mimpi yang menghanyutkan segala perasaan semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut termasuk para tenaga pengajar.

Kamu tahu tidak? Dunia ini tidak akan berhenti di tangan kita semua. Kita harus meninggalkannya dan kemudian ada mereka yang meneruskannya. Sabtu siang itu, ada seorang anak yang menceritakan mimpinya di depan. Namanya Putri. Anaknya sangat pendiam sebenarnya. Sampai-sampai aku tidak menyadari kehadirannya di ruang kelas hari itu. Hingga aku tertarik kepada apa yang dituliskannya. Dan dia tidak sungkan untuk berdiri di depan. Putri ingin menjadi penyelamat anak-anak dan alasannya adalah karena teman-teman suka bertengkar. Dia tidak ingin melihat anak-anak yang lain bertengkar sehingga dia ingin menjadi penyelamat anak-anak. Itu sederhana sekali. Sangat sederhana hingga penyentuh perasaan saya. Dari sekian banyak profesi yang kami bagi di awal kegiatan, Putri hanya ingin menjadi penyelamat anak-anak.

Kita tidak perlu berlagak hebat di depan dunia. Walaupun itu memang manusiawi. Saya tidak memiliki beban hari itu. Saya pikir segala sesuatunya berjalan dengan baik. Keadaan akan baik jika kamu menganggapnya baik. Bersama Semesta, saya menjadi orang yang positif. Dan saya menikmati roadshow yang akan berlangsung 2 minggu ke depan dan semoga bisa berkelanjutan setelahnya. 

Sembari menunggu hujan reda pada pukul 12.30 siang. Kami, tim Semesta hari itu, melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama. Membuat celotehan-celotehan humor yang cerdas dan menyenangkan. Kita tidak akan menyesal jika melakukan apa yang kita suka. Kamu tahu? Bergabunglah bersama kami karena ini bukan hal yang berat. Meskipun menanggung beban moral tetapi kamu tetap bisa menjadi dirimu sendiri di sini.

Minggu ini kami kehilangan Piknik Buku, Menulis Surat untuk Presiden dan Aksi Pungut Sampah karena cuaca yang tidak mendukung dan waktu yang sempit. Semoga di depan nanti kami bisa mengatasinya. Mengatasi keragu-raguan dan tetap kreatif.

1 Kutipan yang diambil dari buku The Magic Library - Jostein Gaarder


 

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Dan sama seperti relawan lain.
    Saya tidak pernah sedikitpun menyesal
    Justru saya amat menyesal saat kegiatan AKS bentrok dengan kerjaan, alhasil saya memang di tuntut bertanggung jawab atas itu.
    Kalian semua dari semesta, oleh semesta dan untuk semesta.
    Bangga saya menjadi bagian dari keluarga penuh semangat ini.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Perempuan Dewasa

Selamat Ulang Tahun

Hidup dan Yang Membuatnya Hidup