Hari Persahabatan Internasional

Pertama kali yang ada di dalam pikiranku setelah aku menimbang-nimbang untuk menulis di hari ini adalah, "Apa arti kehadiran seseorang bagi dirimu?", ya, aku menanyakannya bagi dirimu bukan bagi hidupmu karena dengan alasan dan sebagainya mengenai hidup ini, kehadiran seseorang bagi orang lain tidaklah begitu berarti jika seseorang itu tidak menghendakinya hadir di dalam hidupnya.

Kepada seorang yang kita sebut teman atau teman yang baik atau sahabat karib atau terserah bagaimana kalian menamakan mereka yang membawa arti bagi dirimu. Namun 'arti' seperti apa yang kau anggap teman baikmu itu bawa ke hadapan dirimu? Bagaimana mungkin kamu bisa memahami dia, seorang manusia yang membawa sikap egoisnya dan sedangkan kamu, yang juga seorang manusia, menahan prasangka dan keegoisanmu sendiri demi dirinya? Bisakah kamu menjawab itu?

Mungkin teman baik membawa segudang inspirasi dan motivasi bagi kita, membawa warna melalui pensil warna untuk menggambar bagaimana caranya tersenyum dan tertawa, atau mungkin mentertawakan diri kalian yang tengah melakukan tindakan konyol tanpa rasa malu? Bagaimana kamu mengartikan 'mereka' yang kau anggap kehadirannya dan kamu kehendaki dia untuk turut serta memberi senyawa yang bercampur dalam rangkaian cerita hidupmu? Jika aku menjawab, "karena mereka datang membawa arti, maka sesuai hukum alam aku akan kembali memberinya arti." Akankah kalian meganggukan kepala?

Bukankah pertanyaanku tidak terlalu sulit? Sulit mungkin bagi sebagian orang, mungkin yang sebagian merasa kesulitan ini tidak melihat segalanya lebih dekat, kesulitan untuk membuang prasangka, dan mengatakan segalanya baik-baik saja tidak perlu terlalu resah. Aku tidak menilai penilaian ini kepada semua orang, ini hanya pemikiran subjektifku yang mentah saja.

Teman, teman baik, sahabat, atau apapun itu namanya, menurutku itu merupakan salah satu panggilan terbaik, termanis, dan begitu menyentuh (jika kamu memanggilnya dengan setulus hati) di dunia ini setelah 'Mama' dan 'Keluarga'. Teman melengkapi segala bentuk kehidupan yang kita punya. Mungkin dia semacam takdir, mungkinkah begitu? Tuhan sengaja tidak memberikan kita perasaan yang selalu tegar, sengaja memberikan air mata, sengaja memberi akal, agar mungkin kita mendapatkan sebuah dorongan, agar mendapatkan pelukan erat yang hangat, yang kemudian akal tersebut bermain bersama perasaan manusia yang kemudian kita menyebut seseorang yang memberi kita dorongan dan pelukan hangat saat semuanya begitu melemahkan diri kita dengan panggilan 'temanku', atau 'sahabatku', atau sebagainya.

Bersama 'teman' kita belajar bagaimana cara memandang hidup dengan orang lain, dengan seorang 'teman' kita belajar untuk menahan prasangka atas hal-hal yang tidak kita sukai atau kita takuti, kita belajar untuk berbuat baik kepada mereka yang kita kasihi seiringan dengan waktu, kita belajar untuk membuat simpul senyum sebagai tanda kehangatan, bersama 'teman' kita belajar segalanya, kita membutuhkan 'teman' untuk berselisih paham agar memperoleh pelajaran, dan bersama belajar untuk menaklukan dunia yang semakin luas yang memaksa kita untuk semandiri mungkin ketika dewasa. Tetapi tidak semua orang mau mengerti betapa puitisnya sebuah makna 'pertemanan' karena kamau harus benar-benar setulus mungkin untuk melakukan ikatan yang umumnya disebut 'pertemanan' ini karena ini menyangkut diri orang lain, diri seseorang yang awalnya kamu tidak mengenalnya sama sekali yang seseorang ini sama sepertimu mereka memiliki sesuatu hal yang akan sulit kau mengerti. Yang terpenting seseorang itu selalu memiliki masa lalu yang tak pernah kau ikuti sejak awal.



Ah, iya aku menulis untuk ikut serta memberikan ucapan, 'Selamat Hari Persahabatan Internasional' tanggal 30 Juli 2015 kepada mereka yang menjaga baik seseorang yang lain karena kamu mengerti orang lain tidak selalu tahu apa yang benar-benar dia butuhkan. Kamu perlu membantunya. Kita perlu membantu teman kita masing-masing. Karena bagaimanapun kau mengartikan arti kehadiran orang lain bagi dirimu, aku hanya teringat sebuah kalimat sederhana dari temanku yang perlu kusampaikan juga bahwa 'semua yang hadir di dalam hidup kita memiliki porsinya masing-masing untuk mengajari kita sesuatu hal' begitulah kira-kira bunyinya. Aku yakin kalimat itu tidak aku tuliskan dengan tepat seperti apa yang temanku tuliskan di dinding kamarnya. Tapi begitulah, ia benar, aku pikir kita hanya mencoba berbuat baik kepada seseorang yang kita cintai dengan tetap menganggap kehadirannya dan membantunya.

Begitulah yang saat ini bisa kuurai, aku menulis ini untuk berpartisipasi dalam peringatan yang baik ini. Semoga siapapun yang membacanya dengan senang hati walaupun aku selalu mengatakan 'aku pikir' bukan kalimat 'aku rasa'. Aku tidak pernah bisa mengatakan dengan baik tentang semua hal ini, karena aku tidak begitu mengerti bagaimana sesungguhnya. Aku hanya belajar banyak dari teman-temanku dan aku sangat berterimakasih kepada mereka yang berbaik hati itu. Walaupun sebenarnya kadar pertemanan bisa turun ikatannya dan kedekatannya tapi itu bukan salah aku atau kamu, melainkan waktu yang tak pernah selalu sama seperti bagaimana kita 'bersama' melewatinya bersama-sama.

Baiklah sekali lagi Selamat Hari Persahabatan Internasional yang informasinya kudapatkan dari UNICEF INDONESIA official LINE. Berselisih paham adalah hal biasa, jangan kita buat itu menjadi begitu sulit.

Jadi kepada teman-temanku yang berada diujung kota sana dan di manapun saat ini kalian berdiri, aku hanya bisa menulis untuk kalian, jangan lupa bahagia, jangan lupa tertawa. 

Instagram

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Perempuan Dewasa

Selamat Ulang Tahun

Hidup dan Yang Membuatnya Hidup