Anak-anak Hanyalah Anak-anak
Ini hari sabtu dan aku memiliki pertanyaan, "bisakah seorang dewasa yang telah mengerti bagaimana menyakitkannya hidup tanpa seseorang yang ia kasihi, menjaga perasaan seorang anak-anak?" Maksudku begini, pagi ini aku mendengar seorang wanita dewasa yang telah bersuami dan memiliki anak berkata begini kepada seorang anak laki-laki, mungkin usiannya sekitar 5 tahun, "Itu mah bukan Mamah kamu! Mamah kamu mah di sana tuh di gunung, yang ini mah bukan Mamah kamu. Yey!" kata wanita dewasa itu dengan nada sedikit meledek dalam bahasa Sunda.
Aku tahu anak laki-laki itu hanyalah anak-anak yang bisa jadi belum mengerti kenapa dia diasuh oleh seseorang yang bukan Ibu kandungnya, tapi tahukah bahwa perkataan seperti itu bisa menyakiti perasaan anak lelaki itu. Maksudku aku yakin sekali perkataan seperti itu akan mengganggu anak tersebut dan dia akan bisa mengingat itu hingga dia dewasa sekalipun. Aku memang tidak tahu apa maksud wanita dewasa itu berkata demikian, tapi tidakkah dia mengerti itu sangat menyakitkan bagi si anak? Kenapa seseorang tidak mau mengerti tentang perasaan seorang anak. Iya, mungkin saja wanita dewasa tersebut berpikir bahwa si anak masih kecil dan tidak akan mengerti apapun, tapi aku yakin dia tidak mengerti benar soal itu, soal bagaimana seseorang dapat mengingat dan merasakan sesuatu hal sekalipun dia dianggap belum mengerti benar soal ini.
Jika tujuannya untuk memberi tahu sang anak mengenai kenyataan tersebut bisakah dengan cara yang tidak menyakitkan? Aku yakin itu menyakiti sang anak dan membuatnya bingung. Aku melihat ekspresi sang anak yang menyedihkan ketika wanita itu berkata demikian. Aku tahu itu menyakitkan. Maksudku pada kenyataanya kita tidak pernah benar-benar bisa menjaga orang lain. Tidak benar-benar bisa. Aku tahu. Tetapi aku tidak mengerti kenapa sebagian orang selalu menyinggung hal-hal yang sensitif seperti itu.
![]() | ||
| sumber |
Anak-anak betapapun menyakitkan nasibnya, itu mungkin sewajarnya setiap orang menerima sesuatu hal yang tidak menyenangkan untuk dirinya sendiri. Tetapi ada waktunya yang sewajarnya bagaimana seharusnya dan kapan dia harus tahu agar bisa diterima sedikit lebih baik. Dan anak-anak bagaimanapun dirinya, biarkan saja mereka menjadi apapun yang mereka mau.
Karena kita yang sudah dewasa pernah menjadi anak-anak dan kita sudah tahu bagaimana rasanya hidup pada masa itu. Mereka tidak tahu mereka akan tumbuh di mana dan bersama siapa, tetapi orang-orang yang bersama merekalah yang bertanggung jawab atas 'menjadi' apa dan bagaimana mereka kelak.
Mereka memiliki segudang pertanyaan yang harus mereka jawab, dan kita hanya perlu membantunya tanpa menyakitinya.

Komentar
Posting Komentar