Yuk! Mencari Inspirasi 1
| Popsivo vs Pertamina |
Yuk, mencari inspirasi!
Sabtu, 1 Maret 2014
Ini dia cerita perjalanan saya, Neng Mayang,
dengan seorang teman dan dia adalah seorang kapten di lapangan juga, dan
selama tiga tahun di SMA kami berjuang bersama meraih dan mempertahankan juara.
Horeee! Teman saya itu bernama Riska
@riskatitaf
Perjalanan yang dekat hanya Cikampek-Bandung dalam kurun waktu yang
singkat, yaitu dua hari mencari pengalaman dan ilmu dari hobi yang sama yang
kita geluti sejak SMP. Tentu saja tidak jauh dari Bola Voli yang sudah sekian
tahun kami geluti, yeah! Nonton Proliga 2014 yang dilaksanakan pada 28 febuari
2014 hingga 2 Maret 2014 di Gor C’tra Arena, Cikutra, Bandung-Jawa Barat.
Sungguh tak diduga rencana kami akan benar-benar terlaksana, kami pergi
meninggalkan Cikampek sekitar pukul 08.30 WIB pada hari Sabtu, 1 Maret 2014
dengan bus jurusan Bandung-Purwakarta-Bekasi via Tol Cipularang. Tentu saja
dari cikampek kami harus memutari Purwakarta untuk mencari penumpang sebelum
meluncur ke jalan Tol.
Ketika hanya beberapa meter dari pintu masuk Tol, bus yang kami naiki
mogok, kabarnya dari desas-desus penonton dan knek bus yang teriak-teriak, bus tersebut mengalami masalah di
kabel gasnya. Entahlah, semua penumpang panik dan turun dari bus untuk
menumpang bus yang lain namun saya dan Riska tetap saja duduk di dalam bus, dan
sedikit menggerak-gerakan badan yang pegal. Malas turun, toh tujuan kami
ngebolang dan jalan-jalan santai, jadi tidak perlu khawatir, panik, apalagi
terburu-buru.
Sekitar 20 menit kemudian, bus tersebut kembali bisa melanjutkan perjalanan.
Setelah sekitar 60 menit di perjalanan, kami turun di Terminal Lewi Panjang
dan menaiki bus selanjutnya. Sekitar 90 menit di perjalanan menuju Gor C’tra di
Cikutra kami tiba tepat waktu pukul 12.10, 20 menit sebelum pertandingan
pertama dimulai. Kami pun langsung menuju loket untuk membeli tiket masuk.
Setelah sekitar 10 menit kami berada di luar Gor untuk menunggu seorang teman
yaitu Teh Rere beserta teman lelakinya kami pun masuk kedalam Gor, melalui
pemeriksaan keamanan dan tanda sebagai penonton Proliga 2014. Kami mencari
tempat yang nyaman untuk menonton. Dan pertandingan pertama dimulai, Manokwari
Valeria vs Jakarta Elektrik PLN.
Manokwari, Papua Barat. Team ini memiliki pemain-pemain yang sangat tangguh
dan tentu berpengalaman diantaranya kami mengenal Kak Wilda, seorang spiker dan
blocker yang handal, Kak Wilda juga seorang pemain yang berhasil membawa nama
Indonesia pada SEA GAMES tahun lalu. Kemudian ada pemain lainnya yang juga
tidak kalah luar biasa dan tentu juga sangat berpengalaman. Permainan yang baik
yang di perlihatkan Team Valeria, hingga membabat PLN dengan hasil akhir 3-1.
| Popsivo |
Dalam permainan Valeria, para memain menunjukan skillnya masing-masing,
mulai dari open spike, quick, defend,
feed, dan taktik posisi bertahan dan serangan-serangan yang mereka lakukan
dengan kemampuan Team yang maksimal. Ketika itu saya benar-benar kagum dan ikut
semangat serta ikut berkomentar bersama rekan-rekan saya yang lain. Mantap!
Setelah permainan selesai antara Valeria vs PLN, tibalah saatnya, Jakarta Pertamina
vs Jakarta PGN Popsivo pada pukul 15.00 WIB.
Tentu saja bagian ini yang saya tunggu untuk hari ini, bagaimana tidak?
Disalah satu team yaitu Jakarta Pertamina ada Kak Alia! Yeah, Kak Alia, seroang
pemain terbaik dan menurut surat kabar merupakan pemain yang menduduki posisi
pemain termahal di Indonesia ini merupakan inspirasi dan seseorang yang harus
saya kagumi. Harus! Bukan hanya
permainannya yang baik, tetapi Kak Alia ini merupakan pemain yang cerdas
sekaligus Kapten Team Indonesia. Banyak alasan mengapa menjadikan Kak Alia
sebagai inspirasi sekaligus bahan semangat, diantara semua itu, saya juga
sangat mengagumi sikap Kak Alia di lapangan, bisa membawa semangat untuk
rekan-rekannya dan seorang kapten muda yang sangat berpengaruh dan bisa
mengendalikan permainan dengan baik. Dan tentu saja Open Spike yang kian dilakukan Kak Alia sangat indah. Keren Kak! Apalagi pada saat Kak Alia
melakukan Jumping Service dan serangan tiga meter di
belakang garis serang, begitu keras dan sangat yakin.
| Amalia Fajrina |
Dan tentu saja dengan kehadiran Kak Alia dan rekan-rekannya menjadikan
Jakarta Pertamina menjadi Team yang tangguh. Skill diantara pemain-pemainnya
begitu berimbang dan kompak,tentu saja dengan semua itu Pertamina dapat
mengendalikan alur pertandingan dengan baik dan mengalahkan Team Lawan Jakarta
PGN Popsivo telak 3-0.
Walaupun Jakarta PGN Popsivo kalah telak dari Jakarta Pertamina, entah
kenapa pada saat itu saya yakin, ketika Popsivo bermain, team tersebut tidak
bermain maksimal. Saya pun menaruh keyakinan pada Popsivo bahwa team tersebut
memiliki permainan dan pemain yang sama tangguh dan luar biasanya. Dan tentu saja saya benar!
***
Setelah pertandingan selesai antara Jakarta Pertamina vs Jakarta PGN
Popsivo, kami (Saya, Riska, Teh Rere dan teman lelakinya) keluar Gor untuk
mencari makan, sejak pagi hingga pukul 20.00 WIB kami lupa makan karena bersemangat
sekali dengan pertandingan di dalam, walapun pada saat kami makan berlangsung
pertandinga voli Putra antara Jakarta Petamina vs Palembang Bank Sumsel
kemudian dilanjutkan petandingan antara Surabaya Samator vs Jakarta Elektric
PLN, kami memutuskan untuk pulang ke kost-an
Teh Rere untuk menginap.
***
Sepintas penyesalan pun kembali.

Komentar
Posting Komentar