Bertahan Hidup Karena Sebuah Mimpi
"Mah, kalau kelak aku besar, aku akan menjadi siapa?" tanya seorang anak laki-laki kepada ibunya.
"Menjadi siapapun kamu adalah pilihanmu, Nak. Menjadi siapapun kamu, jadilah bintang untuk orang lain." jawab sang Ibu.
"Kalau aku tidak dapat meraih mimpiku, lalu bagaimana?" tanya anak laki-laki itu pada ibunya.
"Tak ada mimpi yang tak bisa diraih. Percayalah, jadilah seperti apa yang ada didalam dirimu." Jelas sang Ibu.
Anak laki-laki itu kemudian memandangi langit yang di warnai dengan cahaya bintang dan cahaya bulan.
"Disana ada Orion, mah. Aku akan melihatnya dan bersama dia aku akan menjadi seperti dirinya." kata anak laki-laki itu singkat.
Sang ibu masih tidak mengerti apa yang dimaksud anaknya, sang ibu pun hanya diam dan memberi senyum kepada putranya.
"Jika ayah masih disini dan aku mengenalinya, aku berharap, ayah tau betapa aku berharap bisa melihat dirinya dan aku tahu aku berasal dari siapa, mah." Ucap anak laik-laki itu dengan tenang, masih sambil memandangi langit miliknya.
Bagaimana pun kita adalah fantasi bagi diri kita sendiri, bagaimanapun seorang anak adalah harapan dari kata "manusiawi". Mimpi adalah alasan dan syarat kita bertahan hidup, untuk siapa dan untuk apa kita hidup berawal dari memejamkan mata, menggambar dunia dan menjadikannya nyata.
Kecil memang, sangat kecil dibanding dengan jutaan galaksi dan bintang di luar sana, tapi percayalah mimpi dan hidup kita merupakan bagian dari pada mereka yang memiliki keindahan.
Tak ada yang bisa ku lakukan
Sebatas jalan di kota yang terlalu luas ini
Siapapun yang bertanya padaku
Hanyalah sebuah hanyutan kata
Seuntai kata dapat membuatku menjadi nyata
Pengisian roh dalam raga membuatku merasa ada
Siapa yang berani menghalangi jejak para pemimpi?
Tata suryapun akan berada didalam gengamannya
Ruangku takan selalu menjadi ruangmu
Hanya kita yang harus membuat jalan diantaranya
Doaku akan ku suratkan kepada Tuhan
Diantara cakrawala kita, terdapat jutaan pengharapan
Biarkan Tuhan berbicara
Mentakdirkan semesta kapan harus memberi pertanda
Bahwa segala cahaya adalah jejak diantaranya
Dan kita tetaplah sari pati tanah

Komentar
Posting Komentar